Dampak Tarif Telekomunikasi yang Murah Terhadap Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia

Thursday, December 31, 2009 14:07
Posted in category Belajar Lain-lain

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya pernah mengantarkan seorang teman yang mau membeli sebuah kartu perdana dari sebuah operator. Dan berapa harganya? Masih ratusan ribu rupiah. Itu untuk nomor biasa. Kalau untuk nomor “cantik”, nomor yang memiliki susunan angka yang unik yang bisa mudah diingat dan disebutkan, memiliki harga yang jauh lebih tinggi, bisa berharga jutaan rupiah.

Pada saat itu yang namanya telepon selular sebagai alat komunikasi itu masih merupakan barang yang tidak semua orang memilikinya. Barangkali bisa dikatakan masih banyak orang yang belum membutuhkan telepon selular untuk kebutuhan komunikasi maupun untuk gaya hidup. Orang-orang tertentu yang memiliki telepon selular barangkali dari kalangan atas atau kalangan bisnis, itupun masih banyak mengandalkan telepon kabel. Baik telepon rumah maupun telepon umum.

Hal tersebut berlaku untuk sepuluhan tahun yang lalu. Apa yang terjadi sekarang ini? Saat ini kita bisa mendapatkan sebuah kartu perdana untuk telepon selular hanya dengan beberapa ribu rupiah saja. Atau untuk nomor “cantik” bisa didapatkan dengan harga beberapa puluh ribu rupiah saja. Sangat murah bukan.

Sekarangpun semakin banyak orang yang memiliki telepon selular. Baik memang karena kebutuhan maupun untuk gaya hidup atau untuk kedua-duanya. Orang memiliki telepon selular bisa tidak hanya satu buah dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Dengan memiliki telepon selular masyarakat bisa memperlancar urusan mereka. Baik urusan pribadi maupun urusan bisnis. Tentunya kemajuan teknologi ini semakin mempermudah. Mengatasi kendala-kendala yang untuk beberapa tahuan yang lalu masih belum teratasi.

Kendala jarak semakin tidak terasa. Kendala waktu semakin menipis. Bagaimana seseorang bisa berbicara menyampaikan berita kepada seseorang lain yang berada bermil-mil dihadapannya, hanya dalam hitungan detik, berita sudah bisa tersampaikan. Seseorang tidak perlu lagi menunggu berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk menunggu sepucuk surat masuk kekotak surat depan rumahnya. Berita sudah bisa tersampaikan dalam hitungan detik dengan Sort Message Service (SMS). Atau memanfaatkan electronic mail (e-mail) jika sudah terdapat jaringan internet. Dan bayangkan bahwa hal ini terjadi secara massal.

Bahkan kendala biaya semakin bisa disiasati. Harga handphone untuk merek dan type tertentu bisa didapatkan dengan harga yang rendah untuk sekedar bisa digunakan untuk menelepon atau SMS. Kartu perdana bisa dibeli seseorang dengan harga murah. Penggunaan pulsa yang semakin hemat dengan hadirnya program-program operator telepon seluler yang sedang bersaing. Perkembangan ini tentu sangat menguntungkan masyarakat. Kebutuhan akan sarana telekomunikasi yang murah bisa masyarakat dapatkan.

Dengan demikian, masyarakat sebenarnya telah tergerak lebih maju dengan kehadiran teknologi telekomunikasi yang bisa didapatkan dengan biaya yang terjangkau. Mempercepat dan mempermudah proses komunikasi di masyarakat. Bayangkan apabila sarana telekomunikasi masih mahal, masyarakat memilih menggunakan sarana komunikasi yang murah namun memakan waktu yang sangat lama. Langsung maupun tidak langsung, pemanfaatan sarana telekomunikasi yang terjangkau telah membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bahkan kehadiran sarana telekomunikasi yang semakin maju bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat. Bisnis telepon genggam, kartu telepon selular, pulsa bisa menjadi peluang usaha untuk masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Banyaknya kios-kios handphone, kartu telepon selular, pulsa adalah salah satu wujud nyata terbukanya peluang usaha bagi masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan sarana telekomunikasi seperti telepon selular, semakin besar pula peluang pendapatan bagi sebagian masyarakat yang lain. Dan tentu saja keuntungan bagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi selular.

Saat ini masyarakat disuguhkan dengan beragam pilihan. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi selular berusaha menarik perhatian dan memikat minat masyarakat. Mereka bersaing merebut hati masyarakat. Namun apabila persaingan tersebut pada akhirnya menguntungkan masyarakat dengan semakin murahnya tarif telekomunikasi , tentu masyarakat akan menyambutnya dengan senang hati.

Pokoknya, nelpon sampe puas.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply